Daging Merah Sumbang Kanker Kolon 50 Persen

KONSUMSI daging merah sangat berkaitan dengan kanker kolorektal (kanker usus besar dan kanker rektum). Secara umum, diet dengan kandungan kurang dari 40 gram lemak hewan per hari menyumbang risiko kanker kolon 50 persen lebih kecil dibandingkan diet dengan 65 gram atau lebih lemak hewan per hari.

Berdasarkan temuan terbaru dari American Institute for Cancer Research (AICR), konsumsi lebih dari 18 ounces (1/2 kilogram lebih sedikit) daging merah (daging sapi, domba, kambing, atau babi) per minggu secara signifikan meningkatkan risiko Anda mengalami kanker kolorektal.

Daging merah mengandung substansi yang berkaitan dengan kanker kolon. Sebagai contoh, beberapa studi menemukan bahwa kandungan besi heme (pemberi warna pada daging merah) turut meningkatkan risiko kanker kolon. Lebih jauh lagi, daging dimasak terlalu lama (dengan permukaan yang telah berubah warna kecokelatan atau kehitaman) mengandung substansi yang dikenal dengan heterocyclic amines (dalam percobaan laboratorium terbukti menyebabkan kanker).

Untuk mencegah hal ini, AICR menganjurkan Anda untuk memenuhi 2/3 dari makanan dengan makanan dari tumbuhan. Mengurangi konsumsi daging merah dan menambah asupan makanan dari tumbuhan seacra signifikan mengurangi risiko Anda mengalami kanker kolorektal.

Porsi sedang

Rekomendasi AICR bukan berarti Anda harus menghapus daging merah dari daftar diet Anda. Konsumsi daging merah dalam jumlah sedang baik sebagai sumber berbagai nutrisi, termasuk protein, besi, seng, dan vitamin B12. Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah sedang.

Hindari daging olahan

AICR juga manyarankan Anda untuk meminimalkan asupan daging olahan (daging yang diawetkan dengan cara diasap, digarami, atau ditambah zat pengawet kimia) seperti ham, bacon, hot dog, sosis, pastrami dan salami. Setiap 1 1/2 ounce (1 ounce = 1/16 pon) daging olahan per hari dinyatakan meningkatkan risiko kanker kolorektal hingga 21 persen.

Polip

Para pakar telah lama meyakini bahwa mengonsumsi makanan kaya serat baik untuk mencegah kanker dan kesehatan secara umum. Cobalah menambah asupan serat hingga 25-30 gram per hari, dengan mengutamakan sumber dari sekam gandum.

Selain serat, menambah asupan kalsium juga bisa mencegah kanker kolorektal dan polip. Sebuah studi, seperti dikutip situs womenfitness, menemukan bahwa mereka yang menerima suplemen kalsium memiliki polip lebih sedikit dan mengurangi pertumbuhan polip merupakan hal yang baik untuk mengurangi kemungkinan kanker kolorektal.

Selain itu, Anda juga bisa menurunkan risiko kanker kolorektal dengan menambah asupan folat dalam diet. Studi-studi menunjukkan bahwa menambah asupan folat bisa mengurangi risiko kanker kolorektal hingga 50 atau 60 persen. (OL-08)

Tentang farrasbiyan

Hangudi Paseduluran Lumantar Blog
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s