Mesin Waktu, UFO dan Kiamat – 4

Kontroversi tentang ayat Al Qur’an (cara pemahamannya) : Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. (Asy-Syuura 42:29)

Adapun yang dijadikan senjata oleh para UFO Lover dalam ayat diatas, adalah kalimat :

…ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya…

Dalam ayat tersebut, seolah Allah menyiratkan kepada Manusia, bahwa di langit dan di bumi Dia menciptakan mahluk-mahluk yang menghuni kedua sisi nya. Kalau di Bumi Allah menciptakan Manusia, Hewan dan Tumbuhan untuk mengisinya, lalu, para Alien Lover menyatakan bahwa di langit Allah juga menciptakan mahluk yang mirip manusia.

Penulis sendiri bukan seorang pengkaji Ayat, maka masalah ini sebaiknya diselesaikan oleh para Pakar dan Alim Ulama yang paham tentang kata-kata dalam Al-Quran, baik yang tersurat, ataupun tersirat.

Penulis hanya akan membahas mengenai “Seandainya” benar apa yang di komplainkan oleh para UFO Lover diatas, maka, korelasinya dengan Mitos atau Legenda Atlantis dan Lumerian serta India Kuno akan berhubungan.

Pada artikel sebelumnya, menurut analisa pakar Sejarah (mitos) disebutkan bahwa akibat kehancuran dunia pada 20.000 SM, yang disebabkan oleh bencana Nuklir, Gempa, Gunung Meletus, Tsunami dan sebagainya (Total Disaster / Kiamat), yang menyebabkan bumi tidak layak lagi dihuni, maka berbondong-bondonglah manusia yang sudah terkontaminasi oleh radiasi tersebut pergi ke “Langit” untuk menemukan planet baru dengan teknologi pesawat Luar Angkasa (UFO) yang mereka miliki.

Mungkin mereka lah yang dimaksud dalam kalimat pada Ayat Asy-Syuura diatas.

Banyak sekali transkrip, epik, mitos, dan bukti-bukti lain tentang keberadaan UFO pada jaman Purba. Namun bagi penulis sudah cukup pemaparan tentang ufo tersebut. Yang jadi permasalah sekarang adalah banyak orang yang sekptis terhadap kemapuan teknologi manusia jaman dahulu yang sangat canggih (bahkan melebihi canggihnya manusia sekarang). Terlebih lagi bagi kelompok orang yang menganut paham Monyetisme/Darwinisme, dimana kelompok ini berpendapat bahwa manusia berasal dari monyet (lah, ganteng2 gini kok penulis disebut keturunan monyet… asem banget.. hehehehe). Hal ini mungkin bisa dibantah oleh ayat Alquran :

…Mereka mengerjakan untuknya apa yang dia kehendaki dari gedung-gedung pencakar langit dan patung-patung, serta piring-piring seperti kolam dengan roda – roda yang bersumbu. Bekerjalah hai keluarga Daud sambil bersyukur, dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS. 34:12-13).

Ayat tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa pada jaman Nabi Sulaiman, manusia telah memiliki kemampuan membangun gedung-gedung yang tinggi (pencakar langit), patung-patung, dan kendaraan transportasi berbentuk piring (UFO?) dan kendaraan-kendaraan beroda. Bahkan pada ayat lain, diyakini pada jaman Nabi Sulaiman manusia telah memiliki alat Teleportasi, yaitu melalui ayat berikut :

(38) Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” . (39) Berkata ‘Ifrit dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”. (40) Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu (dari AI Kitab) : “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” : ( An Naml 38-40)

Dari kutipan ayat-ayat diatas, bisa diambil kesimpulan, bahwa manusia yang berilmu (ilmuwan) pada jaman Nabi Sulaiman tersebut bisa menghadirkan singgasana Ratu Balqis hanya dalam kedipan mata, mengalahkan kemampuan Jin dari golongan Ifrit (jin yang dipercaya memiliki kemampuan paling tinggi dari golongan jin) yang “hanya” bisa menghadirkan singgasana tersebut sebelum nabi Sulaiman berdiri dari duduknya. Kemampuan memindahkan suatu benda dari satu tempat ke tempat lain (yang jauh) dalam waktu sekejap disebut dengan teleportasi. Sebagian pencinta Sains Fiksi, berpendapat manusia pada jaman nabi Sulaiman tersebut sudah mampu membuat suatu alat teleportasi yang canggih (yang bahkan manusia “modern” jaman sekarang belum bisa mewujudkannya, hanya baru dalam bentuk teori).

Sebagian kalangan skeptis terhadap pendapat diatas, mereka memandang, bahwa manusia yang berilmu tersebut melakukan suatu kegiatan Sihir untuk memindahkan benda (singgasana) yang dimaksud. Hal ini bisa dipatahkan dengan mudah. Sihir itu pasti dibantu oleh jin dan atau memakai kekuatan jin. Sementara Jin Ifrit sendiri tidak mampu menghadirkan singgasana ratu Balqis tersebut dalam waktu sekejap mata, hanya mampu menghadirkan sebelum nabi Sulaiman berdiri dari duduknya.

Ilmu teleportasi sebenarnya telah dikaji pada jaman modern ini. Dr. Yahya Sa’id al-Mahjari, seorang sarjana Muslim Arab dari Mesir yang sekarang bertugas sebagai konsultan utama tentang keadaan energi dan lingkungan pada pusat Pengkajian Teknologi di Finlandia mengatakan secara teori apa yang dilakukan “Orang yang berilmu” dalam ayat diatas jika dianalisa secara logis fisika adalah mengubah suatu benda padat menjadi partikel-partikel atomik yang berbentuk energi, kemudian partikel-partikel tersebut dikirim melalui gelombang listrik atau elektromagnetik terarah ke tujuannya. Karena gelombang elektromagnetik memiliki kecepatan secepat cahaya (300.000 km/detik) maka jika menempuh jarak lokasi sejauh 3000 km (jarak posisi nabi Sulaiman dan singgasana ratu Balqis) hanya membutuhkan waktu 0,001 detik (lebih cepat dari kedipan mata yang menurut para ahli berkecepatan 0,01 detik) Kemudian gelombang elktromagnetik bermuatan partikel-partikel atomik tersebut menjadi benda padat seperti semula.

Namun tantangan saat ini adalah kemampuan partikel acelerator ciptaan manusia secara teori hanya mampu menangkap 50% dari total gelombang elektromagnetik bermuatan partikel yang dipancarkan, belum lagi saat gelombang tersebut kemudian “diolah” kembali menjadi benda materi padat, banyak partikel yang hilang tercerai berai, yang mengakibatkan menurut analisa sebagian ahli maka hanya akan terhimpun maksimal 20% saja dari total partikel yang dipancarkan. Ibaratnya, saat seorang manusia di teleportasi menggunakan partikel acelerator ciptaan manusia sekarang, maka yang sampai di tempat tujuan hanyalah kaki kirinya saja.

Betapa canggihnya teknologi manusia jaman dahulu.

Mengesampingkan hal diatas, ada sebuah pertanyaan menggelitik dibenak penulis, Mengenai Bangsa Maya.Berikut ini saduran dari wiki Indonesia :

Suku Maya adalah kelompok suku yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur.

Suku yang pada zaman batu mencapai kejayaan di bidang teknologinya (250 M hingga 925 M), menghasilkan bentuk karya dan peradaban unik seperti bangunan (Chichen Itza), pertanian (kanal drainase), tanaman jagung disebut latex, serta sumurnya yang disebut cenotes.

Cara mereka berkomunikasi dan mendokumentasikan tulisan. Tulisannya menggunakan gambar dan simbol, yang disebut “glyph”. Ada dua macam glyph: yakni yang menampilkan gambar utuh dari benda yang dimaksudkan, dan tipe yang menggambarkan sesuatu sesuai dengan suku katanya.

Suku Maya mendiami daerah Meksiko Selatan dan bagian-bagian Amerika Tengah lainnya. Pusat kebudayaannya terdapat di Semenanjung Yukatan. Kota paling awal berdirinya diperkirakan pada abad ke-3 di hutan Guatemala yang lebat dan yang terakhir diperkirakan dibangun pada abad ke-10 dan abad ke-11. Bagaimana mereka mendapatkan teknologi yang maju? Kenapa ada kemiripan budaya Maya dengan Budaya Mesir Purba? Bagaimana Suku Maya mampu membuat kalender paling akurat se jagad raya? Dan Kenapa Kalender suku Maya tersebut diidentikan dengan Kiamat?? jawabannya ada di artikel berikutnya.

Tunggu saja… artikel ke 5 dan terakhir.. : The Final Congclution !

Tentang farrasbiyan

Hangudi Paseduluran Lumantar Blog
Pos ini dipublikasikan di Berita Umum. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Mesin Waktu, UFO dan Kiamat – 4

  1. jay berkata:

    Saya suka artikel anda!!
    pada awalnya, referensi apa yang bisa membuat anda berkesimpulan seperti ini??
    mana artikel yang ke 5????
    thanx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s