Pendeta Evangelis: Haiti Dikutuk Tuhan

Pendeta Evangelis terkenal di AS, Pat Robertson kembali mengeluarkan pernyataan kontroversi. Ia mengatakan, musibah Haiti sebagai akibat melakukan perjanjian dengan setan

Hidayatullah.com–Tokoh Evangelis kontroversial AS, Pat Roberson, kembali mengucapkan kalimat mencengangkan. Ia mengatakan bahwa bencana gempa bumi yang terjadi di Haiti adalah akibat kesalahan penduduknya sendiri, karena telah “bersumpah melakukan perjanjian dengan setan” ketika negara itu berdiri.

“Dahulu kala sesuatu terjadi di Haiti, dan mungkin orang tidak ingin membicarakannya,” kata Robertson dalam acara radio “Klub 700” yang disiarkan Christian Broadcasting Network Rabu (13/1).

Orang-orang Haiti aslinya “berada di bawah kaki Prancis. Anda tahu, Napoleon III–atau apapun namanya–mereka berkumpul bersama dan melakukan perjanjian dengan setan,” kata pria berusia 80 tahun yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden itu.

“Mereka mengatakan, ‘Kami akan mengabdi padamu, jika kamu bebaskan kami dari Prancis’. Ini kisah nyata. Dan kemudian si setan mengatakan, ok setuju,” kata penginjil beken itu.

“Setelah itu mereka mendapat kutukan terus menerus.”

Sedikitnya 50.000 orang diperkirakan tewas setelah gempa berkekuatan 7,0 skala Richter menghentak dan merobohkan rumah-rumah di kota dan perbukitan, hotel, rumah sakit, serta istana presiden di ibukota Port-au-Prince. Mayat-mayat bergelimpangan di jalan-jalan kota, para penduduk menggali reruntuhan untuk mencari korban yang selamat. Gempa bumi Selasa itu merupakan gempa paling kuat yang pernah mengguncang Haiti dalam kurun waktu lebih dari 200 tahun ini, dan membuat negara yang berpenduduk sembilan juta orang itu meminta bantuan internasional.

Robertson membandingkan Haiti dengan negara tetangganya Republik Dominika, yang juga memiliki sebagian wilayah pulau Hispanola.

“Republik Dominika sejahtera, sehat, banyak tempat nyaman, dan lain-lain. Haiti berada dalam kemiskinan yang memprihatikan. (Padahal berada) di pulau yang sama. Mereka harus–dan kita perlu mendoakan mereka–kembali kepada Tuhan, agar bisa keluar dari tragedi ini. Saya optimis, sesuatu yang baik akan datang,” katanya.

Sekarang ini kata Robertson, “Haiti sedang dalam penderitaan yang tak terperikan.”

Diperintah ratusan tahun oleh Spanyol, kemudian Prancis, Haiti memperoleh kemerdekaannya tahun 1804 melalui revolusi para budak, sehingga terbentuk pemerintahan yang dipimpin oleh orang keturunan Afrika, yang berarti menjadi pemimpin negara berkulit hitam pertama di kawasan benua Amerika.

Gedung Putih Kamis (14/1) menanggapi pernyataan Robertson tentang Haiti sebagai “ucapan bodoh.”

Jurubicara Gedung Putih Robert Gibbs mengutarakan hal itu pada jumpa pers hariannya dengan media.

“Hal itu selalu menarik perhatian, bahwa di saat manusia dalam keadaan menderita ada seseorang yang mengucapkan perkataan bodoh seperti itu,” kata Gibbs. “Tapi hal itu seperti jarum jam, selalu terjadi berulang kali.”

anti Islam

Robertson dikenal sebagai pendeta kontroversial. Bulan September 2005, misalnya, ia pernah mengatakan bahwa angin topan Katrina yang memporak-porandakan sebagian wilayah negara Paman Sam, merupakan tanda kemarahan Tuhan karena aborsi dilegalkan di Amerika. Sementara para pembela hak kaum Kristen lainnya menyalahkan orang-orang durhaka di New Orleans atas terjadinya bencana angin topan Katrina.

Pendeta Kristen konservatif yang vokal ini sering dipandang para kritikus sebagai penyebar pesan anti-gay dan anti-liberal. Tapi, ia menggambarkan dirinya sendiri sebagai orang yang peduli kehidupan dan juga keluarga.

Robertson, pendiri sekaligus pemimpin Christian Broadcasting Network, di tahun 1989 pernah mengalahkan George Bush Senior yang dulu sedang menjabat presiden AS dalam pemilihan kaukus Partai Republik di IOWA, tapi akhirnya usaha untuk mengincar kursi presiden itu gagal.

Mungkin hal kontroversial dari Pat Robertson yang paling diingat publik adalah ketika di tahun 2005 ia menyeru pemerintah AS agar membunuh Presiden Venezuela, Hugo Chaves.

Robertson kembali dihujani protes dari banyak orang pada tahun 2006, ketika ia mengatakan bahwa stroke yang dialami mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon merupakan balasan Tuhan untuk penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Sebelumnya, dalam program televisi ‘700 club’ ia juga pernah mengatakan bahwa Islam ingin mengambil alih dunia. Ia juga menyebut Islam bukan agama yang damai dan kelompok radikal Islam ‘beraliran setan’.

Akibat pernyataan itu, sebuah lembaga pembela hak sipil Muslim, The Council on American-Islamic Relations (CAIR) langsung melakukan protes.

“Pengabaian/penanganan secara keliru yang dilakukan oleh para pemimpin politik serta agama di AS terhadap komentar anti-Islam Pat Robertson akan memberikan pesan yang keliru kepada dunia Muslim bahwa mayoritas orang Amerika setuju dengan pandangan Robertson yang sarat kebencian ini”, kata Nihad Awad, Direktur Eksekutif CAIR.

“Retorika anti-Muslim bisa meracuni public Amerika dan hal tersebut mampu mempengaruhi sikap publik Amerika terhadap Muslim Amerika”, tambah Awad. [di/meo/www.hidayatullah.com]

Tentang farrasbiyan

Hangudi Paseduluran Lumantar Blog
Pos ini dipublikasikan di Berita Umum. Tandai permalink.

2 Balasan ke Pendeta Evangelis: Haiti Dikutuk Tuhan

  1. dhion berkata:

    sesuatu yang terjadi g bisa di ramal …gempa haiti termasuk kejadian yang ga bisa kita ramal di hari sebalum trjadi…..bisa aja haiti dikasih kejadian yang lebih dari itu…and itu semua kita ga tau….kita serahin aja pada yang di atas…karna ini udah ada yang ngatur…..udah jalanya….udah takdirnya….yang mana kita sebagai makhluknya cuman tunduk dan patuh padayang di atas….

  2. doa berkata:

    bisa diyakini benar statement pak pendeta itu. Keseimbangan tatanan eko-system, geo-sytem, banyak terganggu oleh ulah manusia. Desain Sang Pencipta memang ada “waktunya”, tapi ulah manusia banyak menyebabkan fenomena alam yg muncul akibat keserakahan manusia. Perjanjian dgn setan masuk akal juga, karena sesuatu yg mendukakan Tuhan adalah menyembahan berhala,setan. Dimata Tuhan itu adalah penghianatan.Manusia harus sadar, penyembahan berhala harusnya berakhir, paripurna dlm Yesus Kristus, karena Dia sdh mempresentasikan diriNya,AKU ADALAH KEBENARAN, JALAN DAN HIDUP, jadi dalam statementNya ini, Allah yg satu, yg abstrak dapat itu berwujud dalam diri Yesus.Bravo pak Pat Robetson!!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s