Televisi Perbesar Risiko Kematian

SERING menghabiskan waktu senggang di depan televisi? Ada baiknya mulai mengubah kebiasaan Anda. Pasalnya, peneliti dari Australia menemukan bahwa setiap jam yang Anda habiskan untuk menonton siaran televisi, meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung.

Dalam laporannya di Circulation: Journal of the American Heart Association, para peneliti menyebutkan bahwa risiko penyakit jantung meningkat sebesar 18 persen per satu jam menonton televisi. Selain itu, satu jam sehari di depan televisi meningkatkan risiko kematian akibat semua sebab hingga 11 persen dan meningkatkan risiko kematian akibat kanker hingga sembilan persen.

Tubuh perlu bergerak

Menurut pemimpin studi David Dunstan, PhD, tubuh manusia didisain untuk bergerak, bukan untuk duduk diam dalam jangka waktu lama. Jadi, duduk di depan televisi atau komputer terlalu lama membahayakan kesehatan dan kehidupan.

“Sebagian besar aktivitas yang melibatkan kegiatan berdiri dan menggerakkan otot telah diganti dengan aktivitas duduk. Perubahan teknologi, sosial dan ekonomi mengurangi gerakan tubuh sehingga mengurangi jumlah energi yang dikeluarkan,” tutur Dunstan, seperti dikutip situs webmd.

Dalam studi ini, Dunstan dan timnya mempelajari efek terlalu banyak duduk pada 3.846 laki-laki dan 4.954 perempuan berusia 25 atau lebih. Para partisipan dimintai keterangan mengenai durasi menonton televisi dan dikelompokkan ke dalam tiga kategori: mereka yang menonton televisi kurang dari dua jam sehari, mereka yang menonton antara dua sampai empat jam sehari, dan mereka yang menonton lebih dari empat jam sehari.

Peneliti mengeluarkan orang-orang yang mempunyai sejarah penyakit jantung dan mengikuti perkembangan seluruh kelompok selama lebih dari 6 tahun. Selama masa studi, 284 orang meninggal dunia, 125 akibat kanker dan 87 akibat penyakit jantung.

Dunstan menyatakan bahwa ada hubungan langsung antara durasi menonton televisi dan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung serta kematian akibat penyebab lainnya. Hubungan ini, terang Dunstan, masih berlaku setelah peneliti memperhitungkan faktor risiko penyakit jantung serta gaya hidup lainnya.

Tambah aktivitas fisik

Implikasi dari studi ini, terang Dunstan, sangat sederhana. Terlalu banyak menonton televisi memicu kematian. Karena itu, ada baiknya menambah aktivitas fisik.

“Selain melakukan olahraga rutin, hindari duduk terlalu lama dan jangan lupa untuk menambah frekuensi bergerak,” terang Dunstan.”Terlalu banyak duduk buruk bagi kesehatan.” (IK/OL-5)

Tentang farrasbiyan

Hangudi Paseduluran Lumantar Blog
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s