90 Persen Alergi Hanya Dipicu Pikiran

ANDA berhenti minum susu dengan alasan alergi? Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter atau pakar nutrisi sebelum berhenti sepenuhnya. Pasalnya, peneliti dari Inggris mengungkap bahwa sembilan dari sepuluh orang yang merasa menderita alergi pada dasarnya sehat-sehat saja.

Studi-studi menunjukkan bahwa hanya sedikit yang terbukti alergi. Dari 20 persen orang dewasa (sekitar 10 juta) yang mengklaim tidak bisa mengonsumsi berbagai makanan, mulai dari susu hingga mustard, hanya dua persen yang benar-benar bermasalah.

Peneliti dari Portsmouth University menemukan ketidakcocokan ini setelah melakukan beberapa studi yang mempelajari kejadian alergi makanan akibat reaksi sistem imun yang berlebih dan intoleransi.

Menurut peneliti, jutaan orang tidak perlu membatasi diet, membiarkan diri mereka kelaparan akan makanan favorit mereka. Pembatasan ini bisa membuat mereka kekurangan nutrisi penting yang diperlukan tubuh.

Selain itu, lanjut peneliti, banyak orang menderita gangguan medis yang terus-terusan tidak ditangani karena mereka meyakini gejala-gejala yang mereka alami disebabkan oleh makanan tertentu seperti susu, telur atau gandum.

Diagnosa sendiri

Sebagai contoh, ada orang yang berhenti makan gandum padahal mereka sebenarnya menderita gangguan usus yang dikenal dengan penyakit coeliac. Jika tidak terdiagnosis dan ditangani, kondisi ini bisa memicu gangguan kesehatan lain termasuk kerapuhan tulang seiring usia.

“Orang seringkali mendiagnosis alergi mereka sendiri. Cara ini sangat tidak bisa dipercaya dan bisa membuat penyakit sebenarnya tetap tidak terdiagnosis dan tidak ditangani,” tutur pakar nutrisi di bidang alergi Dr Carina Venter, seperti dikutip situs dailymail.

Mengurangi asupan gandum, terang Venter, bisa memicu kekurangan vitamin B. Sedang menghindari produk susu bisa menurunkan kadar kalsium yang sangat penting dalam mempertahankan kepadatan tulang.

“Saat merasa sakit, wajar saja jika Anda menghubungkannya dengan apa yang Anda konsumsi,” imbuh Venter.”Tapi jika merasa mengalami gejala terkait makanan yang Anda konsumsi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter selanjutnya bisa merujuk Anda ke pusat alergi atau pakar nutrisi.” (IK/OL-08)

Tentang farrasbiyan

Hangudi Paseduluran Lumantar Blog
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s