Tangkal Gigi Bernoda dengan Sedotan

INGIN mempertahankan gigi putih cemerlang? Tentu Anda sudah tahu pentingnya menggosok gigi, melakukan flossing, memeriksakan gigi secara teratur serta menghindari merokok dan mengunyah tembakau. Selain hal-hal rutin dan teknis di atas, ternyata dokter gigi juga menganjurkan Anda untuk memperhatikan asupan makanan dan minuman yang bisa meninggalkan noda di gigi. Makanan apa saja? Berikut uraiannya untuk Anda.

Anggur. Anggur merah, minuman asam yang mengandung chromogens dan tannin, sangat dikenal karena kejahatannya meninggalkan noda di gigi. Tapi, bukan berarti anggur putih tidak meninggalkan noda. Sebuah studi dari New York University School of Dentistry menemukan, gigi yang dipapar dengan teh semakin mudah ditempeli warna dari sumber yang lain jika sebelumnya telah terpapar dengan anggur putih.

Teh. Sama seperti anggur, teh hitam yang biasa Anda konsumsi juga kaya tannin yang memicu munculnya noda di gigi. Menurut dokter gigi, teh lebih mudah meninggalkan noda dibandingkan kopi (yang kaya chromogen tapi rendah tannin.”Teh sangat agresif,” tutur Mark S. Wolff, DDS, PhD, dari New York University School of Dentistry di New York City, seperti dikutip situs webmd. Dibandingkan teh hitam, teh herbal, teh hijau dan teh putih berisiko lebih kecil meninggalkan noda.

Kola. Kola yang kaya asam dan chromogen juga bisa meninggalkan noda di gigi. Minuman ringan berwarna pudar sekalipun sudah cukup asam untuk mewarnai gigi.”Minuman berkarbonasi mempunyai tingkat keasaman yang sama dengan aki.”

Minuman energi (sport drink). Sebuah studi yang dipimpin Wolf menemukan bahwa minuman energi yang kaya asam bisa melembutkan lapisan email gigi, sehingga mempermudah menempelnya noda di gigi.

Berries.Blueberries, blacberries, cranberries, cherries, anggur, buah delima, dan buah-buahan berwarna gelap dan juga berbagai olahannya seperti jus, pie, dan makanan atau minuman juga bisa menimbulkan noda di gigi.

Saus. Saus kedelai, saus tomat, saus kari dan saus berwarna pekat lainnya juga diyakini potensial meninggalkan noda di gigi.

Gula-gula. Permen keras, permen karet, loli pop dan gula-gula lainnya seringkali menjadi agen penyebab noda di gigi. Menurut dokter gigi, gigi Anda juga berisiko ternoda jika lidah berubah warna. Tapi jika tidak dikonsumsi secara teratur, makanan ini kemungkinan kecil meninggalkan noda di gigi.

Sementara untuk meminimalkan jumlah noda yang menempel di gigi saat mengonsumsi makanan tersebut, berikut beberapa cara yang bisa menjadi panduan Anda:

Gunakan sedotan. Menghisap minuman melalui sedotan diyakini bisa mencegah menempelnya warna di gigi, khususnya di gigi bagian depan.

Telan cepat-cepat. Cara ini juga diyakini bisa mencegah menempelnya noda. Tentu saja Anda perlu mengunyah makanan sebelum menelan. Tapi, pastikan tidak menahan makanan terlalu lama di mulut.

Bersihkan dengan air putih. Menggosok gigi setelah minum atau makan tidak selalu efektif. Jika mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung sama, Anda bahkan dianjurkan menunggu paling tidak 30 menit sebelum menggosok gigi. Hal ini untuk mencegah pengikisan lapisan email gigi. Karena itu, akan lebih aman untuk membersihkan dengana air putih terlebih dahulu dan menggosok gigi kemudian. (IK/OL-08)

Tentang farrasbiyan

Hangudi Paseduluran Lumantar Blog
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s