Pil Kontrasepsi Efektif dalam Lima Hari

PENELITI menemukan bahwa pil Ellaone, morning-afterpill baru, tetap efektif meskipun digunakan setelah lima hari melakukan hubungan intim.

Studi mengungkap, Ellaone lebih efektif dibandingkan kontrasepsi darurat yang tersedia sekarang. Jika digunakan dalam waktu 72 jam setelah berhubungan intim, pil ini bisa mencegah 2/3 dari kehamilan yang tidak diinginkan. Sedang pil biasa hanya bisa mencegah 60 persen kasus.

Yang lebih menarik lagi, tingkat kesuksean pil dalam mencegah kehamilan mencapai 50 persen meskipun dikonsumsi setelah 5 hari melakukan hubungan intim tanpa pelindung.

Tapi kelompok antiaborsi mengingatkan bahwa Ellaone merupakan salah satu alat menggugurkan kandungan.”Jika menggunakan after-morning pil dalam waktu 24 jam, ada argumen bahwa kemungkinan sperma belum membuahi telur sehingga belum ada kehamilan,” terang Josephine Quintavalle, dari Aliansi Pro-Life.

“Tapi jika pil bekerja selama lima hari, maka tidak ada alasan. Ini bukan kontrasepsi tapi alat menggugurkan,” tegas Quintavalle, seperti dikutip situs dailymail.com.

Menanggapi hal ini, peneliti mengklaim bahwa Ellaone bekerja dengan menunda pelepasan telur untuk dibuahi dan bukan merusak embrio.

Pemimpin studi Profesor Anna Glasier dari NHS Lothian di Edinburgh menyatakan bahwa Ellaone paling efektif saat perempuan berada dalam masa tersubur mereka, tepat sebelum telur dilepaskan. Selain itu, lima hari merupakan waktu yang diperlukan sperma sebelum mati jika gagal membuahi telur.

Ellaone diluncurkan di Inggris pada September lalu dan tersedia melalui resep dokter. Sementara levonorgestrel telah tersedia di Inggris sejak 1999 dan dijual di apotek.

“Akan perlu waktu lama sebelum obat baru ini menjadi kontrasepsi darurat yang utama. Hal ini karena sebagian besar perempuan merasa lebih nyaman dan lebih cepat pergi ke apotek daripada berkunjung ke dokter,” tambah Glasier. Selain itu, Ellaone juga hampir tiga kali lipat lebih mahal (17 pound) dibandingkan levonorgestrel (6 pound).

Dalam studinya yang dipublikasikan di The Lancet medical journal, Glasier dan teman-temannya melibatkan 5.500 partisipan perempuan. Mereka diminta menggunakan satu takar (30mg) Ellaone atau 15 mg levonorgestrel dalam waktu lima hari setelah melakukan hubungan seksual tanpa pengaman. Peneliti menemukan 15 kehamilan pada kelompok Ellaone dan 22 kehamilan pada kelompok levonorgestrel.

Dari 203 perempuan yang menerima kontrasepsi darurat antara hari ketiga dan kelima setelah hubungan intim, ditemukan tiga kehamilan, semuanya dari kelompok levonorgestrel.

“Kontrasepsi darurat jenis baru ini merupakan kabar yang menyenangkan bagi perempuan yang menghindari kehamilan,” terang Ann Furedi dari British Pregnancy Advisory Service. (IK/OL-08)

Tentang farrasbiyan

Hangudi Paseduluran Lumantar Blog
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s