Obati Infeksi Punggung dengan Antibiotik

PENELITI sedang mempelajari efektivitas antibiotik, sebagai cara baru, dalam mengobati sakit punggung bawah.

Penelitian ini didasarkan pada temuan bahwa satu dari empat kasus sakit punggung sebenarnya disebabkan oleh infeksi, bukan oleh gangguan mekanis seperti postur tubuh yang buruk dan kesalahan posisi saat mengangkat barang.

Dalam sebuah studi dari Denmark, lebih dari 50 persen pasien sembuh atau mengalami perbaikan setelah 90 hari menggunakan antibiotik. Penelitian lanjutan sedang berlangsung dan hasilnya diharapkan akan keluar tahun ini.

Sakit punggung kadang-kadang disebabkan oleh posisi tidur atau tempat tidur yang salah. Tapi sebagain besar kasus disebabkan oleh herniated atau slipped disc, suatu kondisi di mana semua atau sebagian cakram tulang belakang dipaksa keluar atau melewati batas normalnya. Hal ini akan menekan saraf-saraf di sekitarnya.

Gangguan ini biasanya ditangani dengan cara konvensional mulai dari perubahan gaya hidup dan fisioterapi hingga penggunaan obat penghilang rasa sakit dan operasi.

Antibiotik

Akan tetapi, hasil pemindaian pasien penderita herniated discs dengan MRI menunjukkan adanya perubahan kunci pada tulang belakang. Tulang di sekitar area yang terinfeksi meradang.

Hasil pemindaian menunjukkan bahwa hal ini terjadi pada tujuh dari sepuluh pasien. Sedang pasien dengan cakram sehat tidak mengalami perubahan ini.

Dalam studi percontohan, 29 pasien sakit punggung dan mengalami perubahan tulang diberikan antibiotik amoxicillin-clavulanate selama tiga bulan.

Setelah menjalani pengobatan, 52 persen pasien melaporkan merasa jauh lebih baik atau sembuh dan 24 persen merasa lebih baik. Selain itu, tidak ada pasien yang mengalami perburukan gejala.

Bakteri

Peneliti meyakini bahwa saat cakram melemah, bakteri bisa masuk dan menyebabkan infeksi. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh melemah dan terjadi perubahan tulang.

Studi laboratorium lainnya juga mendukung teori ini. Dalam jaringan yang diambil dari cakram rusak, lebih dari setengahnya terinfeksi dengan bakteri Propionibacterium acnes dan Corynebacterium propinquum. Bakteri ini tidak ditemukan pada jaringan cakram dari pasien yang mengalami jenis gangguan punggung lainnya.

Dari mana datangnya? Bakteri tersebut terdapat di kulit dan mulut dan seringkali masuk ke dalam darah melalui gusi. Menggosok gigi terlalu keras bisa menyebabkan peradarahan gusi.

Bahan pembuat cakram tulang belakang tidak mempunyai persediaan darah dan suplai oksigen sehingga menjadi area perkembangbiakan yang tepat untuk bakteri. Saat masuk ke dalam darah, bakteri akan masuk ke area tersebut dan merusak cakram.”Tubuh akan bereaksi dengan infeksi, dan menyebabkan sakit punggung bawah,” terang peneliti Dr Hanne Albert dari Back Research Centre di Denmark, seperti dikutip situs dailymail.com. (IK/OL-08)

Tentang farrasbiyan

Hangudi Paseduluran Lumantar Blog
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s